Home / Artist Residency / Ine Arini

Ine Arini

Salam Budaya.
Kembali Rumah Budaya SIkukeluang bersama Koalisi Seni Indonesia mengadakan Residensi Seni #3 di Kenegerian Koto Lamo, Kampar Kiri Hulu, Riau . Kali ini @Ine Arini Penari dari Bandung yang akan Residensi. Ia akan menari dan mengajar anak-anak Koto Lamo untuk menari yang nantinya akan dipertunjukan pada acara Festival Kocik Sungai Bio pada minggu pertama bulan Desember 2017.

1960: Ine Arini mulai menari, berguru kepada Mang Hasan.
1976: Mengikuti pendidikan di jurusan tari Konservatori Karawitan (KOKAR, menjadi SMKI, kini SMK 10), saat itu pula ia mulai berguru kepada R. Yuyun Kusumadinata penerima langsung sejumlah tarian karya R. Tjetje Somantri.
1977: Melanjutkan studi di jurusan tari Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI, menjadi STSI Bandung, kini ISBI Bandung).
1987: Menempuh program S1 di STSI Surakarta.
1988: Berguru tari Jaipong secara langsung kepada Gugum Gumbira.
1990-91: Pentas “Metateater” bersama Herry Dim, Harry Roesli dan Teater Payung Hitam.
1993: Menyongsong Millenium, menari untuk pembukaan pameran Herry Dim. Diiringi musik oleh Harry Roesli, Dieter Mack, Ron Reeves, Duo Fatale.
1994: Menari di dalam instalasi rupa “Pohaci Jero Bebegig: Farewell” karya Herry Dim, di markas Rumah Musik Harry Roesli.
1994: Mengikuti workshop ballet bersama Prof. Debra dari AS.
1995: Festival Tari Rakyat di Istana Negara, Jakarta.
1995: Tari Emas bersama Endo Suanda, Harry Roesli, dll.
1995: Bebegig dan Perjalanan ke Timur bersama Herry Dim dan Hendrawan Riyanto.
1995: Menari di jalanan untuk peluncuran buku “Jawinul” di tengah berlangsungnya Pasar Seni ITB.
1995: Menari di atas rakit karya instalasi Herry Dim dkk untuk Senirupa Kontemporer Istiqlal.
1996: Pohaci Jero Bebegig di Copenhagen.
1998: Menari di dalam gerakan Reformasi di lapangan basket ITB.
1998: Menari pada karya instalasi lukisan “gonjangganjingnegeriku” karya Herry Dim (versi Bandung).
1999: Menari di dalam karya seni instalasi “Doa bagi Sebuah Negeri,” di Galeri Nasional, Jakarta.
1999: Menari pada ritus seniman dan budayawan menyongsong pergantian abad yang diprakarsai oleh Rendra dan Ken Zuraida di Candi Cetha, Surakarta.
2000: Menari pada instalasi lukisan “gonjangganjingnegeriku” (versi TIM, Jakarta).
2000-2003: Ikut di dalam proses penciptaan gambar motekar, semodel wayang kulit berbahan plastik fullcolor.
2005: Menempuh program Pasca-sarjana di ISI Surakarta.
2005: Tari tunggal “Ritus Cinta” di dalam instalasi di atas air karya Herry Dim.
2006: Menari pada “Samudra Suara” karya Fajar Satriadi di Teater Besar Surakarta, menari pada ”Orkestra Jangkrik” karya Fajar Satriadi di Surabaya dan Malang, menari pada ”Candra Wulan” karya Bambang Suryono di Kemlayan, Surakarta, menari pada ”Gathering” bersama Fajar Satriadi dan Bambang Suryono di Surakarta.
2007: Menari pada ”Mantra Air” karya Fajar Satriadi di Sriwedari, Surakarta, 24 jam menari pada Hari Tari se-Dunia di Surakarta.
2008: Menari untuk ”Suluk Hijau” bersama Bengkel Teater Rendra.
2006-2008: Proses hingga pertunjukan ”Suatu Hari di Sebuah Rumah Bersalin.”
2009: Menata tari untuk drama musikal “Woyzeck” produksi Teater Bel, menata tari untuk drama “Kisah Perjuangan Suku Naga” produksi Liga Teater Bandung.
2010: Menata dan Menari pada teater tari “Phallus Tarung atawa Candu dan Ingatan” untuk forum Bandung Dance Festival.
2011: Menari di danau Sangiang dalam usianya yang ke-60 tahun, Apa Kabar Ibu (kolaborasi dengan Sisca Guzheng dan Ary Piul Tretura).
2012: Pameran dan menari untuk “Apa Kabar Ibu,” GaleriKita, Bandung.
2013: Melakukan perjalanan tari dan gerilya musik bersama Ary Juliyant ke Belanda, Belgia, Prancis, pegunungan Pyrenia, hingga Spanyol.
2014: menari untuk teater tari “Demi Masa” karya Alfiyanto.
2014: “Jangan Ambil Suara Rakyat” pada acara “Menolak UU Pilkada Tak Langsung” di GIM.
2014: “Beri Kami Paru-paru Bukan Mall & Pertokoan” pada Annual Jeprut #1
2014: “Apa Kabar Ibu? #2” Galeri Nasional Jakarta.
2014: menerima “Anugerah Seni & Kebudayaan” dari Gubernur provinsi Jawa Barat.
2015: menata tari dan menari untuk “Suara dari Dapur Menolak Korupsi” untuk “Festival Antikorupsi 2015.”
2016: menari bersama Fajar Satriadi untuk “Memperingati 7 Tahun Rendra,” di TIM, Jakarta.
2017: Tarian di dalam seni instalasi “Ratapan Karst Citatah” karya Herry Dim pada pameran “Kunst und Umwelt.”.
2017: Tarian untuk Aksi #saveXpalaguna
2017: Tarian-tarian dalam “#tongacifest , Bangka.
2017: Teater Tari “Phallus Tarung / Fuga Maut” untuk program Seni Bandung #1
2017: Kosmogoni Sungai Bio, tarian di dalam seni instalasi alam karya Herry Dim, di Sungai Bio, Koto Lamo, Riau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *